BAB I
PENDAHULUAN
Aneusomi adalah perubahan jumlah kromosom. Apabila
perubahan melibatkan hanya pada salah satu kromosom di dalam satu set kromosom.
Organisme aneusomi memiliki kekurangan atau kelebihan kromosom dibandingkan
jumlah kromosom diploid dari spesies tersebut. Hal ini memengaruhi tingginya
mortalitas dan rendahnya fertilitas.
Aneusomi dapat terjadi karena beberapa hal sebagai
berikut.
ž Nondisjungsi (nondisjunction), yaitu
peristiwa gagal berpisah pada kromosom homolog ketika anafase pada meiosis I.
ž Anafase lag, yaitu tidak melekatnya kromatid pada
gelendong ketika meiosis.
Aneusomi meliputi
·
Monosomik (2n - 1): hilangnya satu
kromosom dari sepotong kromosom homolog.
·
Nullisomik (2n - 2): hilangnya sepasang
kromosom homolog, individu nullisomi memiliki viabilitas dan fertilitas yang
rendah. Selalu letal.
·
Trisomik (2 + 1): memiliki satu kromosom
tambahan ; pada waktu meiosis menghasilkan 2 macam gamet, yaitu (n) dan (n +
1).
·
Tetrasomik (2n + 2): memiliki dua
kromosom tambahan.
Salah
satu contoh aneusomi yang trisomik adalah Sindrom Jacobs.
BAB II
ISI
A.
Pengantar
Sindrom dalam ilmu kedokteran dan psikologi adalah kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis /tanda-tanda /simtoma /fenomena /karakter yang sering muncul bersamaan dan masih belum diketahui penyebab. Istilah sindrom dapat digunakan hanya untuk menggambarkan berbagai karakter dan gejala, bukan diagnosa.
Sindrom dalam ilmu kedokteran dan psikologi adalah kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis /tanda-tanda /simtoma /fenomena /karakter yang sering muncul bersamaan dan masih belum diketahui penyebab. Istilah sindrom dapat digunakan hanya untuk menggambarkan berbagai karakter dan gejala, bukan diagnosa.
Banyak sindrom yang dinamakan sesuai dengan dokter
yang dianggap menemukan tanda-tanda itu pertama kali. Selain itu dapat juga
diambil dari nama lokasi, sejarah, dan lainnya. Salah satunya Sindrom Jacobs
Seorang anak usia kurang lebih 5 tahun yang terkena sindrom jacobs
B.
Faktor-faktor
Sindrom
•Faktor-faktor
•Eksternal
•Pengaruh
lingkungan
•Infeksi
•akibat
bahan-bahan
kimia
yang dikonsumsi
baik
melalui
makanan/minuman
ataupun
obat-obatan
•Internal
•Stress berat
•Mutasi
Kromosom
( mutasi
gen )
•Kesalahan
metabolisme
( pertukaran
zat
di dalam
tubuh
)
C.
Sindrom Jacobs
Merupakan kelainan pada kromosom no. 13, kariotipe (22AA +
XYY) yang ditemukan oleh P.A. Jacobs tahun
1965. Sindrom Jacobs merupakan kelainan
yang terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sel sperma dengan kromosom YY
(akibat mengalami gagal berpisah pada kromosom seksnya)
Pembuahan tersebut
menghasilkan keturunan dengan 47 kromosom terdiri atas 44 autosom dan 3
kromosom seks, yaitu XYY.
Perhatikan ada 2
kromosom Y maka kromosom seksnya adalah XYY
D.
Ciri-ciri
Penderita Sindrom Jacobs
Ciri-ciri manusia Sindrom XYY antara lain sebagai
berikut :
1.
Pada saat
lahir, bayi biasanya tampak normal, lahir dengan berat dan panjang badan yang
normal, tanpa kelainan fisik dan organ seksualnya normal.
2.
Pada awal
masa kanak-kanak, penderita memiliki kecepatan pertumbuhan yang pesat,
rata-rata mereka memiliki tinggi badan 7 cm diatas normal.
3.
Postur
tubuhnya normal, tetapi berat badannya relatif lebih rendah jika dibandingkan
terhadap tinggi badannya.
4.
Pada masa
kanak-kanak, mereka lebih aktif dan cenderung mengalami penundaan kematangan
mental, meskipun fisiknya berkembang secara normal dan tingkat kecerdasannya
berada dalam kisaran normal.
5.
Aktivitas
yang tinggi dan gangguan belajar akan menimbulkan masalah di sekolah sehingga
perlu diberikan pendidikan ekstra.
6.
Perkembangan
seksual fisiknya normal, dimana organ seksual dan ciri seksual sekundernya
berkembang secara normal. Pubertas terjadi pada waktunya.
7.
Pria XYY
tidak mandul, mereka memilki testis yang berukuran normal serta memiliki
potensi dan gairah seksual yang normal.
8.
Berperawakan
tinggi, Bersifat antisosial, agresif., Suka melawan hukum.
DAFTAR PUSTAKA
“Aneusomi
Manusia” (http://biologigonz.blogspot.com/2012/01/aneusomi-manusia.html) Diakses pukul 20:53 WIB pada 21 Desember 2012.
“Syndrom” (http://prianaliskesehatan.blogspot.com/2011/01/syndrom.html) Diaskes pukul 20:56 WIB pada 21 Desember 2012.
“Macam-macam
Sindrom” (http://ernamaygayanti.blogspot.com/2012/09/macam-macam-sindrom.html) Diakses pukul 20:57 WIB pada 21 Desember 2012.
0 comments:
Post a Comment